03 Februari 2013

Haiyah!!

ASSALAMUALAIKUM!!


Gue nggak tau harus mengawalinya darimana. yang pasti kenekatan gue membuat gue berani lagi menulis. kenapa? karena gue kembali menekuni dunia tulis gue yang ntah sejak kapan mulai bersinar kembali *cieh*
jadi, kemana gue setahun terakhir?
kesibukan gue menyita segalanya. UNAS, dilanjutin sama MOS, nggak lama setelah itu UTS, ngadepin apa itu yang namanya LOMBA BAND. bikin mading buat DETCON, jaga DETCON selama 10 hari berturut turut, UAS lagi.... yah, sebenarnya agak kajok(?) juga tiba tiba mutusin buat kembali nulis. rasanya, nggak kaya dulu lagi. dulu masih kecil, nulisnya ngasal. nggak peduli kosa katanya. nggak peduli bagus apa nggak.
sekarang udah SMA. kalo tulisan jelek ya pasti malu dong?
inspirasi pun datang silih berganti. punya inspirasi langsung nulis,di buku tulis atau di laptop,di hape dll. ketika inspirasi itu hilang, dan dateng lagi,udah bukan cerita yang sama. pada akhirnya gue lagi lagi harus bikin lagi. sengalirnya otak gue aja.
kadang gue takut kalo di bilang PHP lagi -.- gimana nggak? cerbung KMAyang gue klantarin setahun, gue lanjut lagi. pas mulai banyak yang baca, inspirasi itu ngilang.menguap. yang gue sendiri nggak pernah tau,kemana perginya inspirasi yang pernah menaungi isi otak gue.
mungkin ini dampaknya jadi seorang yang labil. inspirasi pun bisa labil. gue bingung sih,tapi ya gimana lagi. namanya juga labil. emang kita bisa nyalahin labil? nggak kan? apa salah labil? apa salah emakku? apa salah bapakku? APA? APAAA???!!!!
oke nggak jelas daripada makin ngelantur gue udahi sampai disini. by the way, blog gue yang achapella.blogspot.com nggak lagi dipake. gue lupa passwordnya :(((( padahal tuh blog udah lama banget ihhh yaudah deh daripada keinget nyesek lagi gue bener bener udahi sampai disini


WASSALAMUALAIKUM !!!

(SEKUEL) Mengejar Abu-Abu, enam.

(SEKUEL) Mengejar Abu-Abu 
*** Enam, Indahnya Cinta. 
*** 

"Yo bantuin gue" ujar alvin memelas 
"Bantu apa? Ngikutin sivia? Ogah" 
"Yaelah bukan yo dengerin alvin dulu lah" cakka menimpali 
"Apaan?" 
"Bantuin gue nembak sivia" jawabnya sambil meringis 
"Ah, loe yg cinta sivia kenapa gue bantuin loe. Ntar kalo sivia malah kepincut sama gue gimana" 
alvin menjitak rio ."Bakal gue santet loe kalo kejadiannya gitu. Ayolah yoo bantuin gue" 
"Iya yo kasian alvin. Dia kan calon pacar pertamanya alvin" cakka ikut memelas 
"Oke. Gue bantuin" 
"Yeeee rio baik deh" serempak cakka dan alvin sambil memeluk rio 
"Lepasin! Gue gak homo kaya lu padaaaa" teriaknya. Cakka dan alvin tertawa renyah. Dibalik itu,mereka berdua berhigh five ria. 

$$$ 


"Fy,gue dapet bocoran dari cakka kalo sivia bakal ditembak alvin nanti malem" ujar agni 
"Hah?serius?" Tanya ify 
Shilla dan gabriel asyik sendiri. 
"Iya. Ntar langsung makan2 gitu deh. Eh,kak iel sama shilla ikut juga ya" 
"Kok kita ikutan?" 
"Ya gapapa, biar rame aja" agni mengedipkan sebelah matanya pada shilla. 
Shilla dan gabriel saling pandang lalu mengangguk mengerti "oke" jawab mereka berdua 
Ify pun mengangguk malas. "Iya nanti aku ikut dateng deh" 
Agni,shilla dan gabriel terkikik 

$$$ 


Cakka membuat conf di bbmnya ,lalu mulai menginvite 'TIM'-nya. 
Cakka NRG: gimana? Lo semua udah pada siap? Agni Tri: Udah. Yang lain? Gabrielstev : roger. Already. Ashilla : yeah,me too ! :> Alvin j.s : yap. Cakka NRG : oke, pasukan agni,bawa ke sblh selatan. Vin,lo bnr an nembak sivia kan? Alvin j.s : yaiyalah sarap! Ok ketemu disono ya jam 7. Gw mau jemput sivia dulu. Alvin j.s left the chat Agni Tri : wakakak gw kira cuma boong2an. Yaudah gw juga mau jemput ify. Shill,kak,kalian langsung otw aja ya gw gabisa jemput hehe Ashilla : siap ag Gabrielstev : yoyoi Cakka NRG : oke. Wish we luck! Amin! Ashilla : amin Gabrielstev : amin Agni Tri : amin! 

$$$ 

Sivia memandang alvin bingung. Ia tidak mengenali tempat ini. Tapi alvin masih enggan memberikan penjelasan kemana malam ini ia bawa sivia. 
Hampir dua bulan alvin dan sivia bersama. Berteman. Mungkin,ttm-an. 
Hari ini,dengan tekad dan niat maksimal alvin,rencananya dia akan menyatakan perasaan alvin yg sesungguhnya pada sivia. 
"Via, alvin mau ngomong" 
"Ini dimana sih kak?" Tanya sivia dengan polosnya.mengamati keadaan sekitarnya 
"Di villa punya keluarganya kakak. Hari ini kak alvin mau ngomong ke via." 
"M..mau ngomong apa kak? "Gugup sivia yg mulai salting 
"Kak alvin..." 
Alvin menghembuskan nafasnya. Lalu meraih tangan sivia. Menatap sivia dengan lembut, lalu bicara lirih. 
"Kak alvin sayang sama sivia. Kak alvin dibikin gila sama sivia. Gara gara sivia,kakak bisa ngerasain apa itu cinta. Sivia bisa ngisi harihari kakak yang kosong. Sivia perhatian sama kakak. Daripertama kali ngeliat,kak alvin udah suka sama sivia. Sivia itu unik. Beda dari yang lain. Sivia gak ganjen. Sivia nerima kakak apa adanya. Sivia selalu bawa hawa bahagia didalam kehidupan kak alvin.." 
Sivia melongo. Antara percaya dan tidak. Kak alvin nembak dia! 
"Kalo gak mau jawab juga gak papa kok . Kak alvin ngerti...ka.." 
Sivia menggeleng cepat. "Kak alvin adalah senior pertama yang bisa ngalihin perhatian sivia. Walaupun sikap kak alvin waktu ospek itu.....galak. Dingin. Sinis. Jutek" 
Alvin dan sivia sama-sama terkekeh. 
"Maaf buat waktu itu" 
"Ya, sivia tau kok. Kan emang ketentuannya ngebully junior" sivia nyengir. 
Alvin trsenyum lega. 
"Dan...orang pertama yang sivia suka ya...kak alvin. Gak tau kenapa pas kak alvin pertama kali ngomong didepan mahasiswa baru,sivia dag dig dug. Awalnya mungkin sivia ngerasa kalo sivia cuma kagum,atau ngefans lah paling engga. Tapi lama-lama,ngeliatin kakak tuh jadi kebiasaan. Aku...jadi suka. Sayang. Dan..cinta" 
"Jadi?" Mata alvin membulat 
Sivia mengangguk malu. 
"Kamu nerima kak alvin?" 
"Iya, kak alvin" 
"Uyeeaaah. "Girang alvin "oke jadi hari ini, tanggal dua puluh enam, kita resmi jadian. Dan ini adalah hari terindah seumur hidup gue" alvin mendekatkan diri ke sivia dan mencondongkan badannya. Lalu mencium kening sivia. 
Tiba-tiba muncul cakka rio agni shilla gabriel dan ify dari balik semak-semak. Ify tersentak. Ia sama sekali tidak tau kalau Rio ada diantara mereka. 
Agni mengintrusikan bagian-bagian mereka untuk bernyanyi. Rio sudah membawa gitar. Ia sendiri kaget melihat sosok ify ada diarah yg berlawanan dengannya. 
(Cakka-Agni) Saat kau ada didekatku Hatiku berdegup kencang Cukup buatku melayang-layang 
Ini baru benar kurasakan Terpesonanya aku saat pertama melihatmu 
(All) Ku kali ini jatuh cinta Jatuh cinta yang pertama Saat ku lihat dirimu Ku benar benar jatuh cinta Jatuh cinta yang pertama Tuhan tolonglah diriku 
(Rio-Ify) Saat kau ada didekatku Hatiku berdegup kencang Cukup buatku melayang-layang 
Ini baru benar kurasakan Terpesonanya aku saat pertama melihatmu 
(All) Ku kali ini jatuh cinta Jatuh cinta yang pertama Saat ku lihat dirimu Ku benar benar jatuh cinta Jatuh cinta yang pertama Tuhan tolonglah diriku 
(Shilla-Gabriel) Ini kali pertama Yang benar aku rasa Aku tlah jatuh cinta padamu 
Ini kali pertama yang benar aku rasa cinta 
(All) Ku kali ini jatuh cinta Jatuh cinta yang pertama Saat ku lihat dirimu Ku benar benar jatuh cinta Jatuh cinta yang pertama Tuhan tolonglah diriku 

Sivia memandang mereka semua takjub. Alvin yg memang merencanakan kejutan ini juga gak percaya kalau keenam temannya itu bisa menyelaraskan suara mereka dan membentuk harmoni indah dengan berbagai macam karakter suara. 
"Kalian kok bisa disini.." Sivia mendekat kearah mereka semua dengan menggenggam tangan alvin. 
alvin nyengir. "Aku yang rencanain" 
"Tuh! Kurang romantis apa alvin! Loe beruntung,jadi pacar pertama alvin" agni terkekeh. 
"PEJEEEEE!!!!" Teriak mereka berenam kompak. 
"Yuk.. Disini gue udah nyiapin daging buat bbq-an" 
"Horeeee!!!!" Sorak sorai mewarnai malam minggu mereka hari itu. 
Gabriel dan shilla ngobrol dipinggir taman sambil ketawa ketiwi gak jelas. 
Sivia dan alvin lagi cerita kehupan mereka masing2. Termasuk rencana alvin cs pada rify. 
Agni dan cakka lagi suap suapan romantis sambil cekikikan. 
Rio dan ify membakar daging mereka. Dalam diam. Kadang lirik lirikan. Tapi sampe 15 menit gakada satupun darimereka yg buka mulut. 
"Woi semuanya! gue sama sivia cari coca cola di mini market dulu ya" pamit alvin 
"Yah bilang aja mau berduaan. Woooo" sorak cagni kompak 
Alvin dan sivia nyengir. Lalu mengedipkan sebelah matanya. 
"Gue sama agni juga deh. Mau maen basket disana. Gak jauh kok. Ntar kalo kita balik,harus udah jadi ya bbq nya! Bye ify, rio" 
Perasaan rio dan ify mulai tak enak. Sepertinya ini perangkap. 
ify mengedarkan pandangan mencari shilla an gabriel. Jarak mereka lumayan jauh. Membelakangi mereka berdua. Ify mendengus kesal. 
"Kalau bisa,gue pengen waktu berhenti sekarang juga. Membekukan aktifitas kita berdua. Gak peduli gimanapun. Gak peduli suasana apapun. Gue pengen berdua sama loe. Disamping loe." Rio berujar lirih sambil membolak balik daging bbq nya. 
Ify menoleh kaget mendengar suara bass Rio. Rasanya belum sanggup untuk menyanggah maupun menanggapi rio. Ia masih berusaha menyelaraskan detak jantungnya, nafasnya, juga suaranya yg tibatiba seperti hilang ditelan bumi. 
"Gue masih berharap ada keajaiban yang bisa buka hati loe buat gue lagi,fy" 
Rio menghela nafasnya berat. "Fy bisakah..." 
"Kak Rio. Cukup" desis ify, mencoba bersabar. dia belum siap membicarakan masalah ini. 
"Fy. Loe gak bisa menghindar lagi. Loe terlalu lama menghindar. Menarik diri dari dunia. Loe harusnya ambil resiko yang pasti. Dan gue udah pasti mencintai loe" 
Ify menggeleng. "Sesuatu yg pasti didunia ini adalah ketidakpastian. Semuanya relatif." (Donny Dhirgantara, 5CM) 
"Fy, izinkan gue bikin loe bahagia. Gue pengen buktiin kalo gue bener-bener gak bisa tanpa loe fy. Kasih gue kesempatan." 
Ify menggigit bibirnya rapat. Sudah saatnya ia menjawab. Benar,dia tak bisa menghindar. Sekeras apapun usahanya untuk menghindar,takdir tetap membawanya kembali disini. Bersama kenangan, sekaligus luka,dan cinta. 
"Oke. Saya kasih kesempatan buat perbaikin semua kesalahan kakak. Tapi tergantung gimana kakak nantinya. Kalau kakak tetap abu-abu, nyata tapi semu, bahkan gak serius, sorry, saya gak bakal balik lagi buat kak rio" 
Muka rio berseri-seri mendengarkan ucapan ify. Senyum merekah diwajahnya. Setelah berbulan-bulan rio seperti mayat hidup, seperti seonggok daging yang hanya bisa berjalan kesana kemari,melakukan aktifitas apapun,tanpa ekspresi. 
"Loe serius fy? Loe mau nerima cinta gue?" 
Ify membelalakkan matanya. "Saya gak pernah bilang gitu ke kakak. Kan saya bilangnya ngasih kakak kesempatan buat memperbaiki kesalahan kakak. Dan semuanya tergantung nanti,kalau kakak bener-bener udah bisa perbaikin kesalahan kakak itu." 
Rio mengangguk angguk senang. "Gapapa fy,ini adalah kesempatan bagus. Gue gak akan lupain ini. Gue bakal kasih yg terbaik fy. Gue bisa bukttin ke loe,kalo gue bisa perbaikin semuanya. Percaya sama gue. Gue janji" 
"Jangan bikin janji yang belum pasti bisa kak rio tepatin" 
"Gak. Gue pasti bisa nepatin.janji gue. Karena gue cowok yg tau tanggung jawab" 
Ify menarik seulas senyumnya, kaku. Ia merasa beribu ribu ton bebannya terangkat. Terbang melayang-layang. Semua jadi terasa ringan. Ternyata,ia tidak salah mengambil keputusan. 


Cagni, alvia dan shiel berhigh five ria tak jauh dari mereka. Mereka berenam sembunyi dibalik pohon besar yg mengitari villa tersebut. 
"Rencana kita sukses bro!" Bisik cakka senang 
"Yaiya dong. Kita gitu loh" serempak semuanya,dengan nada yg dipelankan. 
$$$ 


Hari hari ify berikutnya lebih berwarna. Antar jemput rio setiap hari, rio selalu mengirim pesan,bbm,maupun telfon. Rio yang selalu mau menemaninya kemana saja. 
Sampai suatu hari,kelas musik ify dibuat tertawa oleh ulah Rio. 
Dari kaca, rio menempelkan 5 kertas hvs bertuliskan 'ify' 'i' 'love' 'you' 'forever'
Rio pun dipanggil dan dimarahi habis-habisan.jadi tontonan lucu para juniornya,karena mereka bakal menghabiskan hampir setengah jam pelajaran mereka karena pak Riko kalau ngamuk bisa sampe dua jam nonstop. Bayangin aja! 


Dua bulan berlalu. Hari ini hasil IP diumumkan. Agni memperoleh IP nyaris sempurna. Gabriel dibawah agni. Disusul rio, alvin,lalu cakka. 

Sedangkan ify cs, IP ify lumayan tinggi. Sivia dibawahnya. Dan shilla,yg memutuskan ikut tinggal di bandung dan pindah ke unversitas inipun mendapat IP setingkat lebih tinggi daripada sivia 


$$$ 



"Gimana? Udah gue buktiin kan kalo gue lauak dikasih kesempatan?" Rio menaik turunkan alisnya 

Ify tertawa. "Oke, kak rio. Kamu lolos!" 

Rio memeluk ify begitu saja. "Terimakasih,buat keindahan cinta yang loe beri ke gue. Gue....gak bakal nyianyian loe, fy" 

Ify mengangguk dalam dekapan rio. "Dan saya mempercayai hati saya untuk kak rio genggam." 

Rio terkekeh. "Jangan pake saya-kamu, lah fy. Sayang aja. Kita jadian kan?" Goda rio 

"Ih kak rio apadeh reseeee" ify memukul dada rio malu. 

Rio makin tertawa. "Lucu deh kalo lagi salting" 

"Kak rioooo!!!!" Ify menjiwit perut rio 

"Eh iya ampunnn fy ampuuun" 

"Makanya jangan ngomong macem-macem" ledek ify "udah ah ayo balik" ajaknya 

Rio mengikuti ify. Terlintas ide nakal menyelinap di otaknya. 

Dengan gerak cepat rio menggenggam tangan ify dan mencium pipi ify. Lalu menarik ify agar berjalan lebih cepat dengannya. 

Ify terbengong bengong dengan kelakuan rio. Ia geleng geleng dengan senyum terus menghiasi wajahnya. 


$$$ 



Cinta itu percaya. Percaya pada diri sendiri. Percaya pada pasangan kita. Percaya pada hati. Percaya pada orang disekitar kita. Percaya pada keadaan. Percaya pada waktu. Dan percaya pada takdir. 

-----**---- 


cinta itu hitam dan putih. ada gelap ada terang. cinta ga selamanya penuh keindahan dan kejelasan,tapi jg punya bagian gelap yg selalu bikin kita tersesat. ga semua cinta berjalan dan berakhir indah.banyak yg terperangkap dan terkurung dalam berbagai masalah. bahkan,cinta itu sendiri adalah masalah. mustahil jatuh cinta /mencintai seseorang tanpa terlibat dengan berbagai masalah. 
tapi, orang ga pernah kapok jatuh cinta 

karena cinta itu adalah masalah & mencintai seseorang artinya membuka ruang yg lebar untuk masuknya masalah baru, tetep aja jatuh cinta itu indah. semacam guilty pleasure,orang benci,tapi ga ada satupun yang menghindari jatuh cinta 

kamu ga akan bisa ngelak saat hati kamu udah bicara bahwa kamu merasakan cinta. kamu mungkin bisa menolak kenyataan bahwa kamu udah jatuh cinta,tapi rasa itu tetap ada dan nyata disana,di dalam dada kamu 

cinta ga hanya putih,cinta ga hanya hitam.cinta ga selalu hanya indah atau ga indah. cinta ga selalu hitam dan putih,ga selalu hanya aku dan kamu. ga selamanya cinta itu penuh kejelasan.ga selamanya cinta itu pasti,pasti hitam dan putih. pasti menderita dan pasti bahagia.pasti jatuh cinta dan pasti ga jatuh cinta. pasti senang dan pasti kecewa.pasti jadian dan pasti putus. 

cinta ga selalu tegas,ketika ia berakhir pun,pasti ada yg tersisa. saat ia putus,masih ada yang tersambung, terhubung 


cinta lebih sering keduanya sekaligus.indah dan ga indah.kecewa dan ga kecewa.bahagia dan ga bahagia. 

tp cinta itu harus tegas.kalo iya,harus iya.kalo ga,harus ga. harus ada batasan yg jelas antara cinta dan ga cinta.harus diperjelas antara suka dan ga suka. 

kalau masih samar-samar itu berarti kamu belum masuk kedalam cinta. kamu masih berdiri ditepiannya,ragu-ragu antara mencoba melangkah masuk atau mundur. belum yakin ingin menceburkan diri kedalam cinta atau hanya melihatnya dari jauh. 

(Quote by Kata Hati, Benz Bara) 





TADAAA!!!! Bener bener udah selesai. Tamat! The end! Hahahaha 
Well, here the end. Don't forget to comment and like. 
$$$ 

(SEKUEL) Mengejar Abu-Abu, lima.

(SEKUEL) Mengejar Abu-Abu 
*** Lima, Jawaban Atas Semua Pertanyaan. 
*** 


Biasanya kalau manusia ngerasain keindahan yang amat sangat,dia secara refleks akan memejamkan mata dan membawa keindahan itu kehati karena keindahannya ga bisa diucapkan dengan kata-kata atau diterjemahkan dengan cara apapun sama indera fisik. 
(Quote by 5cm, Donny Dhirgantoro) 


Ify mencoba tersenyum tiap kali di berondong pertanyaan oleh sivia atau agni. Dia lebih banyak diam. Tak banyak bicara. Kata pepatah kan, Diam Itu Emas. Kali aja dengan diamnya ify, ia bisa menghasilkan emas yang banyak. Pemikiran yang polos. 

"Gue gamau ngomong lagi sama loe ah" ujar agni kesal 
"Gue juga" sahut sivia 
"Loh kok gitu sih?" Tanya ify bingung 
"Males ngomong sama orang gagu yang cuma bisa tebar senyum doang" cibir agni 
"Sama" 
"Yah yah , kok kalian gitu sih. Aku itu gapapa, beneran deh" ujar ify meyakinkan. 
Tiba-tiba jantung ify berdetak tak karuan. Ify sendiri bingung kenapa. tak lama kemudian sosok Rio berjalan beberama meter dari tempat mereka bertiga duduk. Ia heran,kenapa sinyal kedatangan rio slalu bisa ditangkap oleh radar hatinya. 
"Aku...balik ya. Daah ag, daah siv" ify langsung kabur darisana tak mempedulikan jerit kesal sivia dan agni yang coba menanyakan kenapa ify lagi-lagi bersikap aneh. 

Ify menggerutu kesal. Dua minggu berlalu sejak kejadian dirumah ify. Ify menghindari rio. Walaupun mustahil,paling gak dia meminimalisir pertemuannya yang terhitung tidak sengaja dengan Rio. 
Sedangkan Rio, Rio selalu mencari-cari ify. Walaupun cuma melihat ify saja, hatinya sudah senang. Rindunya sedikit terobati. Tapi Rio merasa kehilangan karena ia sangat sadar kalau ify menghindarinya. Ini memang salahnya, yang pura-pura tak peduli dan melambatkan kesadarannya untuk memahami. 

Brukk... 
Rio terhenyak dan terjungkal kebelakang, benturan keras dengan seseorang yang bertubuh besar membuatnya terkapar(?) Dilantai. 
"Jalan liat liat kek!" Hardik gadis itu 
Rio mendongak, "maaf maaf gue ga...." Mulut rio melongo. Mendapati gadis yang ia rindukan setengah mati. 
"Ify..." Panggilnya 
Ify memelototkan matanya. Merutuki kebodohannya dalam hati. Ia sudah mati-matian menghindari rio. Tapi tetap saja ia selalu melihat Rio. Dan parahnya,kali ini jarak mereka berdua hanya terpisah 3 langkah. 
"Permisi, kak" ify bangkit dan meninggalkan Rio. 
sebelum ify menjauh, rio menarik tangan ify. Ify langsung menghentikan langkahnya. 
"Fy..." 
"Saya mau pulang, Kak Rio" ujar ify penuh penekanan. 
"Fy.. Dengerin gue dulu." 
Mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian di tengah auditorium. Bisik-bisik terdengar disela-sela keheningan yang mencekam. 
"Kak, saya ini mau pulang. Tolong dilepasin!" 
Rio berdiri dan menggenggam tangan ify lebih erat. "Fy, gue mau ngomong." 
"Udah gak ada yang perlu kita omongin. Semuanya udah tertulis jelas diantara coretan-coretan saya yang saya berikan ke kakak" 
"Tapi gue sayang loe fy,dan gue harus tau perasaan loe ke gue sekarang. Bukan perasaan loe yang dulu. Bilang sejujur jujurnya ke gue fy." 
Ify mulai tersadar kalau mereka tak hanya berdua. Decakan kagum dan umpatan sinis jelas menusuk nusuk pendengaran ify. 
"Kak, kakak gak sadar kita jadi tontonan? Gak malu? Lepasin saya, kak" ify berusaha melepaskan cengkraman rio yang mengikat tangannya itu 
"Gak fy. Biarin. Biar semuanya jadi saksi betapa gue sayang, cinta sama loe. Betapa gue gak bisa kehilangan loe"
"Kakak keterlaluan!" Histeris ify. Ify mulai meneteskan butir demi butir air mata. Rio agak kaget dengan reaksi ify tersebut. Lalu mencoba menenangkannya. 
"Gue gak maksud nyakitin loe lebih sakit fy. Gue malah pengen banget bahagiain loe. Gue pengen liat loe seneng,bahagia,disisi gue. Dengan gue. Bersama gue. Maaf fy buat yang dulu. Gue emang sadar kalau gue bodoh,ngebiarin loe nunggu. Ngebiarin loe berharap." 
"CUKUP KAK RIO! CUKUP!!!!" Teriak ify. Ify pun melepaskan diri dari rio sekiranya rio lengah. Sambil mengusap air matanya,ify berlari kencang dari sana. Tak peduli tatapan senior maupun teman sebayanya yang ada didalam ruangan itu. 

"Wanjer. Temennya seleb kampus kita ditolak bro" bisik Lintar pada Zevana 
Zevana geleng-geleng. "Segitu cintanya sama tuh cewek. Yang ngantre jadi ceweknya rio kan juga banyak. Kenapa musti cewek itu" 
"Iya lagian cewek itu emang cantik tapi yg lebih cantik kan banyak" sambung Dea 
"Kehidupan kehidupan" ujar oik sok prihatin. 
"Ada apaan ik?" Tanya sivia dan agni yang heran dengan kerumunan massa di ruang auditorium 
"Itu,temen loe si ify,nolak kak Rio didepan orang banyak. Gila,punya nyali juga temen loe. Kak rio dipermaluin gitu didepan umum. Ckckck. Gak tau diri temen loe itu" sahut oik sinis 
"Lho? Rio? Ify?" Ujar agni dan sivia hampir bebarengan. 
Lalu mereka berdua saling bertatapan. Pasti perubahan sikap ify disebabkan oleh rio! Simpul mereka berdua. Mereka lalu berlari menuju parkiran dan memacu mobil mereka menuju rumah ify. 

$$$ 


Ify terduduk di sofa,dengan air mata yg masih mengalir. Tanpa suara sesenggukan lagi. 
Agni dan sivia langsung nyelonong masuk kedalam rumah ify karena pintu terbuka lebar. 
"Ify!" Panggil mereka berdua. 
Ify menoleh, tibatiba kaki nya sudah berlari dan memeluk sivia dan agni. Lalu mulai menceritakan semuanya. Pertama kali dia ketemu Rio. Pertama kali dia menyatakan dirinya punya perasaan dengan rio. Gosip yang tersebar. Kecuekan rio. Kelulusan rio. Hancurnya hati ify. Keputus asaan ify. Pertemuan nya lagi dengan rio. Pengakuan rio. Kebimbangan hatinya. Dan semuanya. Secara runtut dan rinci. Secara kronologis. Disertai tangis sesenggukan yang mengucur dari mulut ify. 

"Fy, menurut gue, loe jangan boongin hati loe. Gue tau loe masih punya perasaan sama kak rio. 
"Aku mau lupain dia, siv. Aku ..aku" 
" Loe jangan boong,fy. Gue tau jauh dari dalam lubuk hati loe,loe ingin rio. loe cuma gatau,karna loe udah terlanjur terbutakan oleh emosi,dan ego loe. Gue tau loe kesiksa. Tapi,loe gabakal bisa ngehindar dari takdir. Loe tetep akan bersatu kok sama rio. Kalian berdua tuh kayanya jodoh dari Tuhan tau gak. Tinggal tunggu waktu buat bersatunya aja. Loe harus lihat ke dalam hati loe. Tengok kedalem sana. Ambil kejujuran dari hati loe. Gue tau,loe gak bakal munafik kan. Gue percaya loe bisa ngatasin gengsi loe,emosi loe. Fy, ambil masa depan loe." Ujar agni sungguh-sungguh. 
Mata ify berkaca kaca. Dia memang masih,dan sangat mencintai rio. Tapi,luka dalam hatinya memerintahkannya untuk tidak memaafkan rio. Entahlah,ify hanya termenung di sisa sore itu. Meratapi kehidupan cintanya yang rumit. Yang sebenarnya, ia buat rumit sendiri. 

$$$ 


Agni mendribble bola basketnya melewati cakka. Cakka mati-matian mencoba merebut bola basket dari agni. 
"Masuuuk!!!" Pekik agni senang 
Cakka terengah engah. "Gesit nya gak ilang deh kamu" 
Agni terkekeh. "Makanya kka,olahraga dong! Jangan nyemil melulu. " 
"Biarin,yg penting cakka kan tetep cakep" cakka menjulurkan lidahnya 
Agni menjiwit pipi cakka gemas,disambut cakka yg mengaduh. "Cakka ngegemesin banget sih" 
"Yayalah! Cakka gituuu. Kalo ga ngegemesin gimana bisa agni cinta sama cakka?" 
Agni senyum senyum sendiri. Cowok didepannya itu emang paling pinter bikin dia melting. 
"Cakka udahan deh." Agni meraih aqua dan mengelap keringatnya yang mengucur karena sudah berada di lapangan bersama cakka selama 2 jam. 
Cakka merangkulnya, mereka berdua terduduk dipinggir lapangan. Nafas mereka terengah-engah,dengan hiasan keringat dimana-mana. 
"Cakka, agni mau ngomong deh. Tentang rio" 
Cakka menoleh kearah agni yg masih memandang kedepan. "Kenapa rio?" 
"Dia pernah cerita ke cakka kalo lagi suka sama cewek gak?" 
"Seinget cakka,enggak ag. Kenapa emangnya?" 
"Sepupu kamu butuh bantuan, kka. Ternyata rio suka sama ify,temen sma agni,sekaligus adik kelasnya rio. Dia sekarang ganti ngejar-ngejar ify. Tapi ifynya yang mungkin emang udah sakit hati,dan capek nunggu,mereka gak bisa bersatu. Ify mentingin ego ,tapi gak mikirin hatinya. Sedangkan rio udah mikirin hati,tapi ego buat maksa ify kembali sayang sama dia terlalu....gimana ya kka.." 
Cakka mengangguk. "Rio emang gitu anaknya. Gak bakal nyerah kalo belum dapet apa yg dia pengen. Cakka bakal bantu rio sama ify. Agni mau bantu juga?" 
Agni mengangguk senang. "Pasti kka." 
"Yaudah. Hmm nanti cakka suruh bantu alvin juga deh" 
"Agni juga mau minta bantuan ke sivia" 
"Sivia? Cewek yg ditaksir alvin itu?" 
"Hah? Cakka kok tau?" 
Cakka tertawa. "Gimana gak tau! Alvin jadi alien. Gila. Stres. Beneran deh,sama sekali gak kayak alvin yang dulu. Lebih ekspresif sekarang. Hyperaktif juga. Gara gara cewek namanya sivia itu" 
Agni ganti tertawa. "Wah kita berenam emang ditakdirin buat bersama ya" 
"Iya. Dunia sempit banget" 
"Oiya nanti agni mau minta tolong sama kak iel, sama shilla" 
"Siapa itu?" 
"Kak iel itu temennya rio,juga ify. Kalo shilla sahabat ify di surabaya. Kita susun rencana buat mereka bareng-bareng" 
"Boleh boleh. Kumpulin aja semuanya di rumah agni. Gimana?" 
"Siap. Agni juga udah mikir gitu,kka. Hihi. Mission started!" 

$$$ 


Shilla dan gabriel menemui ify,cemas dengan cerita agni kemarin. Shilla ada di bandung sejak beberapa hari lalu,karena gabriel akan mengenalkan shilla pada orangtua gabriel. 
Ify bercerita dengan lancar. Masih dengan isakan karena kebimbangan hatinya. 
Shilla menghela nafas. "Sesuatu yang membuatmu pergi,pada saatnya akan menjadi sesuatu yg membawamu pulang kembali" ujarnya (Kata Hati, Benz Bara) 
"jika cinta dapat menghilang karena hal2 remeh dan gak terlalu penting, sejak awal, itu bukanlah cinta. mungkin obsesi,mungkin keinginan sementara,mungkin permainan iseng,mungkin yg lain. sebab sesuatu yg gak dimulai dgn sungguh-sungguh,memang PANTAS berakhir karena hal yg gak sungguh-sungguh pula" lanjut gabriel. (Kata Hati, Benz Bara) 
"Dan aku tau,kalau kamu itu emang cinta. Aku tau kalau kamu itu bener-bener tulus. Dan perasaanmu gak bakal mati buat kak rio hanya karena masalah penantianmu itu. Bukannya kamu harus seneng karena kak rio udah balik ngejar-ngejar kamu? Kalo kamu ngebales dia dengan perbuatan kaya gini,sama aja kamu kaya kak rio yang dulu. Kak rio nya juga kasian jadinya. Udahlah fy lupain ego kamu. Aku yakin kamu sama kak rio itu emang jodoh" shilla nyengir. 
Ify mengangguk. Sepertinya,kebimbangan hatinya mulai menghilang. Ia mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan yang menggantung didalam hati dan otaknya. Kali ini, ia tak akan menyesalinya. 

(SEKUEL) Mengejar Abu-Abu, empat.

(SEKUEL) Mengejar Abu-Abu 
*** 
Empat, Kejelasan Perasaan. *** 


Sivia tergopoh-gopoh menunggu ojek langganannya. Sudah setengah 9, tapi mang Obiet(?) Belum juga dateng. Sivia mulai mendumel kesal. Moodnya yang baik-baik aja jadi hancur begitu tau lima belas menit lagi kelas nya akan dimulai. Tin.. Tin.. Sebuah cagiva putih melintas didepannya dan berhenti. Tin.. Tiin.. "Apaan sih" sebal sivia Tin.. Tin.. "Gue tuh gak ditengah jalan. Kenapa loe maenin klakson loe seenaknya gitu. Berisik tau gak!" Hardik sivia Dari balik helmnya, pemuda itu terkikik. 'Lucu juga kalo lagi kesel' "Mau sampe kapan loe nunggu sesuatu yang gak pasti gini" ujar pemuda itu. Sivia memincingkan matanya kesal. "Maksud loe?" "Ya loe kan abis ini ada kelas. Kenapa masih nunggu something or someone yang bisa bikin loe telat? Loe ada quiz kan hari ini?" "Tau dari mana loe? Loe stalker gue? Sering ikutin gue ya?" "Ya begitulah , nona sivia azizah" pemuda itupun turun dari motornya "Mau bareng gue gak? Pumpung masih ada 12 menit nih. Kalo lewat jalan pintas cuma 10 menit. Gimana?" Tawar alvin "Loe pergi dari sini deh" judes sivia "Gak sampe loe mau gue boncengin" "Loe tuh siapa sih! Pergi sana! Sampe hitungan ketiga, gue teriak copet nih!" "Eh jangan jangaaaaaan" alvin pun melepas helm fullfacenya. Sivia melongo tak percaya. "Kak alvin?" "Iya, gue. Alvin" "K..kok.." "Kok tau rumah loe? Gue kan udah bilang kalo gue stalker loe". Alvin tersenyum. Dalam hatinya dia terbahak bahak. 'Berterimakasih gue sama rio yang bela belain ngikutin sivia selama 2 hari hahah' Sivia tersipu. Pipinya memerah. 'Yes! Sivia salting' batin alvin senang. "Mau gue anter gak nih?" "Emang gapapa?" Alvin mengangguk. "Yuk" Sivia dengan ragu menerima uluran tangan alvin dan duduk diatas jok motor alvin. Alvin pun menstater motornya "Pegangan yang kenceng ya , sivia" "E..eh. I..iya.." Sivia melingkarkan tangannya di pinggang alvin. Alvin senyum senyum gak jelas dari balik helmnya. 
$$$ 

Rio mengerjapkan matanya sekali. Dua kali. Dan tersentak kaget melihat siapa yang ada di depannya. "Bangun woi bangun jangan kaya snow white ngebo melulu" ujarnya sambil menyeret selimut rio Rio mendengus kesal. "Kebiasaan banget sih loe! Ini masih jam 8 sedangkan gue kuliah jam 10! Loe tuh hobi banget menyita waktu istirahat gue" rio kembali menutup badannya dengan selimut. Pemuda di depannya itu tak tinggal diam. Ia menyibak selimut rio hingga tampak rio yang hanya memakai boxer dan kaus dalam *brb bayangin wkwkwk* "CAKKA!!!!" Pekik rio makin kesal. " Ck. Dasar. Biasain napa bangun pagi. Gue udah balik dari jerman nih. Masa loe nyambut gue kaya gini caranya. Tau gini gue gak bakal pulang deh" "Yaudah balik lagi aja sono. Hidup gue juga tetep kaya gini walopun gaada loe. Sana loe hush hush!" "Yaelah yo loe jahat banget sama sepupu loe sendiri. Tega loe yo ngusir gue. Tega loe. Tegaaaaaa!!!!!" Teriak pemudia berkulit putih dan chubby yang tak lain adalah sepupu Rio. Cakka. "Heh apaan si..." Alvin menghentikan omongannya ketika melihat sosok cakka. "CAKKA MAMEEEEN balik kapan dari jerman oleh oleh mana gue nungguin loe balik tau ga sih lama amat di jerman gue kangen banget nget nget" ujarnya tanpa titik dan koma "Ciyus enelan mi apa?" "Ciyus enelan mi kamuuu" Rio geleng-geleng, kedua orang ini membuat matanya tidak bisa terpejam. Dan rio juga mengakui, dua manusia aneh didepannya. Yang satu suka tebar pesona kesana kemari, yang satu lagi sok cool dan sok misterius. Tapi dibelakang semua itu, kedua sosok tersebut sangat bertolak belakang dengan sikapnya didepan anak-anak kampus. Jika di satukan, mereka berdua berisik banget. Sama-sama gak punya malu. Sama-sama kekanak-kanakan. Sama-sama cengengesan. Entahlah kenapa mereka menyembunyikan jati diri mereka yang asli. Rio pun akhirnya menerima nasib tidak bisa melanjutkan tidurnya karena kedua sahabatnya itu. 
$$$ 

Sudah hampir satu setengah bulan, keterdiaman rio membuat ify yakin kalau malam itu rio benar-benar sedang tidak dalam kesadaran. Ify mendengus. 'Yaudah! Gak usah bikin orang geer dan kembali berharap ke situ, dong!' Batinnya pahit. 'Jangan suka ngasih harapan bisa kali. Aku kira bener-bener pengen buka hati buat aku. Aku kira kata-katamu yang bilang punya perasaan yang sama kaya aku itu beneran! Ternyata kamu cuma php! Bikin berharap! Gak pernah kasih kepastian! Aku benciiiiii sama kamu!' "Kenapa tuh mulut monyong monyong gitu fy?" Tegur sivia dan agni yang duduk didepannya. "Gak, kok. Hehehehe" cengir ify. "Loe nyadar gak sih kalo kelakuan loe ini bisa disebut gila?" "terimakasih, dan kalian adalah dua sahabat -nya orang gila tersebut" Agni dan sivia saling berpandangan. Geleng geleng sendiri dengan tingkah ify yang sedikit emosional dan sering melamun akhir akhir ini. Sejak pertemuan ify dengan agni yg pertama,sivia yang awalnya cuma diajak ify bergabung lama lama mulai nyaman. Dan jadilah mereka tiga sahabat dengan tiga kepribadian yg bertolak belakang. "Loe ada masalah ya fy?" "enggak tuh siv" "Cerita aja, gapapa kok. Kalo kita bisa bantu ya kita bakalan bantu" Ify menggeleng keras. "Aku gak papa, ag, siv. Gak perlu khawatir. Aku bener bener gak papa" tandasnya Agni dan sivia hanya mengangguk angguk. Mereka tau, ada yang tidak beres dengan sahabat nya yg 1 itu. 
$$$ 
Shilla sedang memainkan gitarnya sambil mencoret coret sesuatu di buku kesayangannya. Shilla yang punya hobi bernyanyi sambil bermain gitar lagi tekun-tekunnya mencoba membuat lagu. Dan tinggal beberapa lirik lagi, nada-nada itu akan jadi sebuah lagi. Lagu pertama ciptaan Ashilla zahrantiara. "Yeyyyy selesaaai! Lagu pertama ashilla! Wah aku harus kasih tau kak iel sama ify nih!" Ujar shilla senang. Tak lama kemudian ia mendial nomor gabriel yang sering ditelfonnya. Tut.. Tut.. "Hallo, shill?" "Kak! Lagu pertamaku udah jadi!" "Ohya? Beneran shill?" "Iya kak" "Coba nyanyiin. Ehm, skype an aja ya. Biar sekalian bisa ngeliat kamu maen gitarnya udah sehebat apa" "Pengen ngeliat tehnik maen gitarku atau pengen ngeliat aku hayooo" goda shilla. Sejujurnya ia hanya bercanda tapi ia sendiri merasakan jantungnya yang berdebar debar. "Dua duanya sih hehe kakak matiin ya. Cepet dial kakak lewat skype. Byee" "Byee" Telfon dimatikan. Shilla pun membuka aplikasi skype pada laptopnya yang memang sudah menyala daritadi. Ia segera mendial ID milik gabriel. Lalu munculah sosok cowok berkacamata yang mengenakan hem berwarna putih dan background kamarnya yg juga putih. "Ayo kakak gak sabar nih pengen dengerin" "Eh..i..iya kak" gugup shilla. Jantungnya jadi duakali lebih berdebar ketika melihat senyum gabriel dilayar laptopnya tsb. Shilla mulai mengambil gitar dan fokus dengan dentingan dentingan halus yang mulai ia petik. 
"Bieb, tau gak sih tiap malam aku memikirkanmu Jadi pacarmu hal yg paling indah dalam hidupku Bieb tau gak sih tiap malam aku merindukanmu Rasa cintamu slalu jadi tanya dalam hatiku Jangan cintai aku seperti bintang Yang hanya bersinar dimalam hari Cintai aku seperti sungai Mengalir untuk selamanya Jangan cintai aku seperti bunga Yang berhenti mekar kala musim berganti Cintai aku seperti udara Membuatku hidup selamanya Bieb tau gak sih tiap malam aku memikirkanmu Jadi pacarmu hal yang paling indah dalam hidupku Bieb tau gak sih tidurku tak pernah nyenyak karnamu Rasa cintku ingin slalu ku buktikan padamu Karna cintaku takkan seperti bintang Yang hanya bersinar dimalam hari Karna cintaku seperti sungai Mengalir untuk selamanya Karna cintaku takkan aku seperti bunga Yang berhenti mekar kala musim berganti Karna cintaku seperti udara Membuatku hidup selamanya" (Ashilla Zee - bieb) 
Shilla menyudahi permainan gitar serta suara merdunya. Gabriel bertepuk tangan puas. "Sumpah keren banget." "Makasih, kak" ujar shilla tersipu Gabriel pun menaatap shilla menyelidik. "Kamu lagi jatuh cinta ya?" Mata shilla membulat. Gabriel tertawa. "Wah adek kakak udah jatuh cinta nih. Hmm, jatuh cinta sama siapa, shill?" "Kak iel apaan deh. Orang gak jatuh cinta kok." "Halah, gak usah bohong. Ngaku aja deh kamu. Kamu tuh gak ada bakat boong" "Hehehe sama siapa yaaa" "Yee pelit! Yaudah kakak matiin nih skypenya". Rajuk gabriel "Yah jangan kak " "Makanya ngaku dong sama kakak. Kamu lagi jatuh cinta sama siapa?" Shilla menghembuskan nafas berat. Takut. Ia takut kehilangan sosok di layarnya ini. Tapi sampai kapan dia memendam perasaannya ini sendiri? "Kakak kenal banget" "Hah? Siapa?" Shilla tersenyum. Nyalinya menciut. Tapi dia harus tetap melakukannya. Bagaimanapun konsekuensinya. "Shilla jatuh cinta sama kakak kelas shilla. Dia perhatian banget sama shilla. Shilla merasa beruntung pernah deket sama dia. Jadi bagian dari hidupnya. Walaupun cuma sebatas sahabat, atau kakak-adek" "Yaelah pake ngedongeng kakak penasaran nih" "Diem dulu deh kak! Shilla mau cerita" "Oke. Oke. Lanjut" "Awalnya shilla gak punya perasaan apa-apa. Tapi makin lama,shilla ngerasa perasaan itu ada,semakin nyata. Saat shilla lagi berdua sama dia. Saat dia tersenyum ke shilla. Saat dia tertawa. Saat dia diam pun, dalam radius kurang dari 100 meter,hati shilla selalu berdebar gak karuan saat ngeliat orang itu." "Dan shilla takut setelah ngungkapin perasaan ini, orang itu menjauh. Kalaupun orang itu gak punya perasaan sama shilla,shilla gapapa kok. Tapi shilla cuma gak pengen persahabatan shilla sama dia berantakan karena pengakuan konyol shilla." "Lalu? Siapa orang yang kamu maksud?" Dengan berat hati, dan menghela napas, shilla berkata lirih. Nyaris berbisik. "Orang itu.. Kamu, kak iel. Gabriel stevent damanik" Gabriel membelalakkan matanya sambil melongo. "Shill.. Kamu.." Shilla mengangguk. "Kakak gak perlu jawab karena shilla gak minta jawaban apa-apa ke kakak. Shilla.." "Maaf ya shill.." Sesal gabriel. Setetes air mata jatuh melintasi pipi shilla. "Gak perlu bilang maaf, karena shilla udah tau jawabannya." "Maaf shill. Maafin kakak" "Udah ya kak shilla matiin, bye kak ..." "Shill! Maafin kakak karena kakak juga punya perasaan yang sama kaya kamu" Kini, gantian shilla yang melongo tak percaya. 
$$$ 

Ify menutup pintunya keras-keras. Ia merasakan penat yang amat sangat mengganggunya akhir-akhir ini. Dan semuanya karena Rio! Rio yang sangat ia cintai. Rio yang meninggalkannya. Rio yang seenaknya kembali dan ngasih harapan ke dia. Rio yang kembali menghilang. Dan rio yang selalu membuat luka di hati ify makin perih. "AKU BENCI KAMU KAK RIOOO!!!!!! AAARRRGGGHHHHH" teriaknya di ruang tamu. Rumah bunda ify hari ini kosong karena sang supir dan bunda sedang ada diluar kota. Ify pun mengacak-acak rambutnya frustasi. Ting tong.. Ting tong.. "Siapa sih ? Gak tau aku lagi kesel apa." Sungut ify. Ting tong.. "Yaelah gasabaran banget. Iya bentar!!" Teriak ify dari dalam rumah. Ify membuka pintu rumahnya dan mendapati sosok yang membuatnya kesal akhir-akhir ini. "Fy loe kenapa? Loe kok teriak-teriak gitu? Ada maling? Rampok?" Tanyanya khawatir "Saya gak apa apa, kak" ketus ify "Tapi kok teriak-teriak? Gue denger nama gue loe teriakin. Ada apa?" "Kakak nguping? Ngendap-ngendap didalem rumah saya? Mau saya laporin satpam?" Rio sukses melongo dengan kata-kata ify. Dia tau,masuk rumah orang tanpa izin itu salah. Salah ify,sih pake acara teriak-teriak segala. Rio kan jadi panik, dan nyelonong masuk rumah ify gitu aja. Lagian, ify kok bisa sih teriak teriak sekeras itu? Rio geleng geleng. "Jangan dong, gue kan cuma gak sengaja denger. Lagian nih ya,suara loe kedengeran banget dari luar. Loe gak mau kan tetangga lain denger teriakan loe?" "Saya harap kakak mau pergi dari rumah saya" tandas ify. Rio tersenyum, maklum. "Maaf, fy" "Sudah saya maafkan, sekarang tol.." Rio memeluk ify. Lagi. "Bisakah gue milikin hati loe kaya dulu? Bisakah cuma gue yang ngisi hati loe kaya dulu? Dan bisakah gue memperbaiki semuanya? Dari awal..." "Mabok lagi ya kak? Kenapa ngomong kaya gitu lagi?" Ify terkekeh tanpa selera. "Maksud kamu?" "Ya kakak. Kakak lagi mabok? Sama kaya malem itu? Kok ngomongnya itu itu lagi" "Gue gak lagi mabok fy" "Kalo gak lagi mabok,kenapa ngasih saya harapan dan seenaknya menghilang lagi? Terus tau tau sekarang dateng lagi. Mau kakak itu apa?" "Fy kemaren itu gue cuma mau ngasih waktu aja ke loe. Gue tau loe pasti shock sama pengakuan gue. Jadi gue kasih waktu loe buat mikir" "Tapi apa harus pura-pura gak ngeliat? saya sempet frustasi, lho. Mikirin perkataan kakak dengan sungguh-sungguh. Saya kan udah nungguin kakak 3 tahun. Sekarang kakak suruh saya nunggu kakak lagi. Apa kurang kesabaran saya buat nunggu kakak selama tiga tahun? Kurang, kak?!!" Rio terdiam mematung. Pelukannya melonggar. Rasa bersalahnya mulai berdenyut-denyut di ulu hatinya. Ify melepaskan pelukan rio ketika ada kesempatan. Lalu tiba-tiba mengambil sebuah kardus dibawah rak sepatu. "Nih! Ini buktinya saya tiga tahun nungguin kakak. Sekarang, kakak pergi dari sini. Dan jangan pernah masuk rumah orang tanpa izin. Selamat sore" Ify mendorong tubuh rio yang sama sekali belum bereaksi. Pintu ditutup dengan kencang, rio baru tersadar. Ditatapnya sebuah kardus kecil ditangannya kali ini. Menyesali kebodohan yang ia buat seumur hidupnya. 
$$$ 



'Seperti putri duyung di dongeng itu, kelak aku akan menjadi buih dan membawa mati semua rahasia hatiku. Sebut saja aku pesimis, tapi sudah terlalu lama aku menunggu saat yang tepat untuk kebenaran itu.' 
'Aku kalah bahkan jauh sebelum mulai angkat senjata. Kau ada di hidupku tapi bukan untuk ku miliki. Kerjap mata indahmu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan berubah. Meski begitu, kenapa aku tidak berusaha berbalik dan mencari jalan keluar dari bayang-bayang dirimu?' 'Jika suatu hari kau menyadari perasaanku ini,ku mohon jangan menyalahkan dirimu. Mungkin memang sudah begini takdir rasaku. Cintaku padamu tak akan pernah melambung kelangit ketujuh. Aku hanya akan membiarkan buih buih kesedihanku menyaru bersama deburan ombak laut itu. Karena inilah pengorbanan terakhirku ,membiarkanmu bahagia tanpa diriku' 

(Quote from Seandainya, Windhy Puspitadewi) Rio mengamati lekat-lekat surat tersebut. Sedetik kemudian, bermacam macam perasaan keluar dari dalam hatinya. Sedih, marah, kecewa, bersalah.... Tak terasa sebulir air mata jatuh. Untuk kali pertama, Rio mengeluarkan air matanya untuk gadis yang mampu mengalihkan perhatiannya hampir tiga tahun ini.