24 Juli 2013

TRAP [2]

2. Exchange Student From Singapura

ify berada di tengah lapangan, sekarang adalah jam olahraga, dan dia benar-benar benci pelajaran itu. Melebih apapun didunia. Ify hanya memandang malas pada bola basket yang sedang dipermainkan oleh beberapa temannya. Ia hanya berdiri di sudut lapangan bersama Shilla.

“lo nggak ikut main?”

Shilla menggeleng, “aku nggak bisa olahraga.”

“nggak bisa, apa gak suka?”

Shilla meringis. “dua-duanya..”

“Gue benci olahraga.”

“kenapa?”

Ify memandang lagi kearah teman-temannya yang lain, yang asyik dengan bola di tangan mereka. “bola itu pernah bikin gue mimisan sampe pingsan.”

“Kok... bisa?”

“hahaha kejadiannya konyol. Gue malu nyeritainnya,”

“nggak apa-apa, cerita aja...”

“jadi gini.......”

********)))*********

“Vin oper bolanya!” teriak Patton

Alvin menendang bola tersebut, mengoper kearah Patton. Dan karena patton seorang penyerang yang hebat, ia melambungkan bolanya terlalu tinggi.

“fy, ini bagus ya. Gimana kalo bunga ini aja buat praktek?”

Ify mengangguk setuju. Saat berbalik, tiba-tiba sebuah bola mengenai pelipis kepalanya. Ify yang masih berada di kelas 5 SD pun berlari kekelasnya dan menangis disana. Menelungkupkan wajahnya pada bangku. Tiba-tiba alvin menghampiri ify, dan mengangkat wajah ify.

“Astaga fy!! Wajah kamu!! Hidung kamu berdarah!! Wajah kamu merah semua!!”

Ify melotot lalu tiba-tiba pandangannya semakin kabur. Ia hanya bisa mendengar suara alvin memanggil-manggil namanya.

******(((*******

“Alvin? Anak Bahasa itu? Yang temennya....rio?” tanya shilla ragu.

Ify mengangguk. “Ya, dia temen gue dari kecil. Rumah kita yang di Jakarta dulu satu blok, dan pas SMA dia pindah kesini. Gue baru pindah setahun kemudian. Dan nggak taunya ketemu lagi disini.”

“mereka, kan, dingin banget sama cewek. Sama kamu enggak, ya? Beruntung banget,”

“ya ampun, apaan, sih? Lo suka sama mereka?”

“hah? Eng..enggak..kok” gagap Shilla. “Udah, yuk, kita kesana. Ntar bisa di marahin Pak Duta gara-gara Cuma berdiri doang disini.” Shilla menarik tangan ify ke tengah lapangan. Ify hanya pasrah di tarik shilla seperti itu.


**__**

“Ify cantik, ya, yo?” ujar Alvin sambil duduk di angkringan, sebuah tempat di kantin yang duduknya di bawah pohon.

“Ify, siapa?” tanya rio tak acuh sambil membuka chitatonya

“Ify yang kemaren kenalan di kantin itu.”

“Ooh.. biasa aja.”

“dih mata lo perlu di periksa.”

“apaan, sih? Gue bilang biasa aja, ya biasa aja. Mau gimana lagi?”

“ya, ya, ya. Bagi lo yang cantik, kan, emang Pricilla.”

you know my answer, Alvin.”

“Sampai kapan lo tahan pacaran sama cewek kaya dia? Yang Cuma ada butuhnya doang ke lo? Lo beneran cinta, sayang sama dia? Lo Cuma di manfaatin, mario.”

“Gue ga peduli. Yang jelas gue sayang sama dia. Gue cinta sama dia. Dia cinta pertama gue. Obsesi gue dari pertama kali gue masuk SMP. Dia hidup gue. Dia passion gue.”

“gila lo, bener-bener deh.” Alvin geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang anti-cewek itu bisa sebegitu cintanya dengan gadis matre yang...yah−lumayan cantik.

“Alvin, kamu dipanggil sama bu Risa. Kita akan ada rapat osis hari ini jam sepuluh,” ujar Sivia sambil memberi selembar kertas pada alvin.

“Siap, ketua!” alvin memberi hormat, membuat sivia terkekeh.

“Lo suka sama dia?” tanya Rio setelah sivia menghilang darisana.

Alvin mengangkat bahunya, “Ntahlah. Lo tau sendiri gue nggak gampang suka sama cewek,”

“Kalo sama ify?”

“Itu, sih, beda kasus. Gue sama dia udah sahabatan dari kecil. Udah tau busuknya dia, dia juga udah tau busuknya gue. Jadi......gue gak bakal pacarin dia.”

“Biasanya, persahabatan antara cowok dan cewek tuh nggak bakalan ada yang bener-bener pure sahabatan. As far i know, one of both can falling love with each other.”

Alvin menyerngit, “sejak kapan lo komentarin persahabatan orang lain?” tiba-tiba sebuah seringai nakal muncul di wajahnya.

Rio terdiam. Iya,ya? Buat apa gue peduli. Bukan gue banget. “Tau, ah. Ayo balik, lo di panggil mami kesayangan lo, tuh.”

Alvin menjitak kepala rio. “Sialan.”

**__**

Pricilla dan Zevana berulang kali mencuri pandang kearah lapangan, memperhatikan seseorang yang sejak kemarin membuat mereka kesal, sekaligus penasaran.

“dia bego banget olahraganya, pris. Untung nggak masuk cheers,”

“ya, tapi gue masih berasa ada yang aneh dari dia. Nggak ada yang berani nantang gue, secara, semua orang tau gue anak pemilik yayasan. Kenapa dia berani banget sama gue?!” kesal Pricilla.

Zevana mengangkat bahu. “Mungkin dia belum tau., buktinya setelah dia tau, nyalinya langsung ciut dan dia balik ke bangkunya sama cewek cupu itu, kan?”

“Iyasih, tapi sama aja... arrgghhh tau deh. Tuh anak ngeselin. Perlu di kasih pelajaran...”

“apa lo se pemikiran sama gue?” tanya zevana dengan senyum licik mengembang di wajahnya.

Pricilla mengangguk. “jangan sekolah disini kalo ngga mau berurusan sama gue, pricilla agatha...” ujarnya lirih sambil berlalu dari kelasnya, diikuti zevana.

**__**

“lo tau? Gue tadi malu-maluin banget di lapangan.” Ify berjalan menuju kelasnya yang berada di kelasnya bersama shilla.

Shilla menggeleng. “aku juga malu-maluin, kok. Udah, lah. Kamu nggak separah yang dibayangin. Kamu selevel lebih tinggi daripada aku di bidang olahraga.”

“lo lumayan, lari kenceng, lah gue? Boro-boro. Nangkep bola aja nggak bisa.”

excuse me,

Ify dan shilla menghentikan langkahnya, melihat seorang pemuda berkulit putih dengan headphone yang menggantung di lehernya.

“ya? Ada yang bisa kami bantu?” tanya ify

“erh, saya murid exchange dari Singapore. Nama saya Cakka Kawekas, kebetulan saya masuk ke kelas XI IPA 1,can you both tell me where is the class?” ujarnya dengan bahasa indonesia yang terbata-bata.

“shill, lo tau kan? Gue nggak,”

Shilla terkekeh. “follow me,”

Mereka berdua pun mengikuti langkah Shilla ke kelas yang di maksud.

**__**

“hai fy, ngapai disini?” tanya Sivia menyambut kedatangan ify beserta shilla dan cakka.

“nih, gue nganterin exhange student.” Ify melirik kearah cakka

“ah, iya, mrs. Anita told me last day. Welcome to our school, by the way.”

“Thanks, whats your name?”

Im ify. This is shilla. We are from eleven social two. And now we must go back. Haha goodbye, nice to meet you cakka.

nice to meet you too, shilla, ify. Thanks for your help.

dont mention it, ify dan shilla berpamitan pada sivia, lalu beranjak darisana.

im sivia, and we will on the same class. Welcome!

Cakka mengangguk-angguk dan masuk ke kelasnya.

**__**

“sialan! Baju gue kok jadi kaya gini!!!” pekik ify kaget melihat seragamnya yang sudah terbelah menjadi dua.

“i...itu pasti kelakuan Pricilla and the genk... kamu kemarin pake ngelawan dia, sih.”

“oh, jadi gini, cara main anak pemilik yayasan itu?! Hah. Dia kira dia siapa?!?! Sok berkuasa! Dia kan gak tau kalo....” ify terdiam. Nggak, gue nggak boleh bilang siapa gue sebenernya.

“kalo kenapa, fy?”

“nggak. Lupakan. Gue perlu bikin perhitungan sama mereka. Kurang ajar! Ini seragam baru! Bagus, lagi!”

Ify menatap nanar pada kemeja cream-nya yang sudah terbelah jadi dua, dengan rompi hitam yang juga terbelah jadi dua, untung roknya masih utuh.

“udah, kamu jangan cari gara-gara lagi. kasian kamu kalo nanti mereka makin ngebully kamu..”

“tapi kalo nggak di kasih pelajaran, mereka gak akan kapok, shilla. Sekali-kali mereka juga harus tau gimana rasanya di kerjain!”

“aku nggak ikut-ikut, ya. Udah cukup kenyang berurusan sama mereka.”

“nggak, lo harus ikut. Lo harus ngebales apa yang mereka lakuin buat lo dulu. Ayo, ikut gue.”

“fy... ify... aku nggak beraniiii!!” shilla mendengus saat ify sudah menarik tangannya ke kelas Pricilla yang tepat berada di hadapan kelasnya.


‘HEH!!” ify menggebrak meja Pricilla. Pricilla dan zevana kaget, mereka menatap ify dengan pandangan kesal sekaligus menang.

“Apa lo? Dateng-dateng gebrak meja orang. Di kira ini meja punya kakek lo apa!”

Ify melempar seragamnya yang sudah tak berbentuk seragam itu ke wajah Pricilla. “jangan karena lo anak pemilik yayasan, lo bisa seenaknya, ya!” ujar ify penuh penekanan.

“lo kurang ajar! Lo kira gue yang ngelakuin ini ke lo?!?! Kurang kerjaan banget gue!”

“ter..nyata... ka..kamu... selain sok.. pengecut juga...” lirih shilla di belakang ify

“apaa?!?!? Pengecut?!! Lo ngomongin diri lo sendiri?!?”

Shilla melirik kearah Pricilla. “aku ngomong sama kamu! Kamu pengecut! Nggak mau mengakui kesalahan kamu sendiri. Cuma menggunakan titel kebanggaan kamu itu, si anak pemilik yayasan.” Sinisnya.

“heh berani lo ya sama kita sekarang!” suara zeva meninggi. Dia sampai bangkit dari duduknya.

“kenapa nggak? Kita sama-sama makan nasi. Sama-sama manusia. Sama-sama sekolah di tempat yang sama. Kalo kamu merasa kamu anak pemilik yayasan yang nggak butuh belajar, nggak butuh sekolah, nggak butuh temen, ya nggak usah sekolah. Kamu bisa ,kan, home schooling aja? Nggak perlu dnegan cara nampang sok berkuasa di sekolah ini.”

“Lo kurang ajar ya sekarang!” Saat tangan Pricilla hendak melayangkan tamparan, tangan ify mencekalnya dan menguncinya hingga Pricilla mengumpat kesakitan. Dan cueknya, ify meninggalkan TKP bersama Shilla dengan senyum mengembang di wajahnya.

“bagus, shill. Lo harus berani kalo di lawan. Gitu seharusnya.”

“a...aku...nggak tau kenapa tiba-tiba kata=kata itu keluar...ma.makasih ya fy...”

“harusnya, lo berterima kasih sama diri lo sendiri...”

Shilla tersenyum. Baru kali ini ia merasakan benar-benar punya teman.

**__**


“Ify pulang...” ify melangkahkan kakinya masuk ke kediaman kakeknya.

Tak jauh dari sekolahnya, arsitekturnya pun hampir sama. Rumah kakek ify bertingkat tiga, dengan delapan kamar tidur dan kamar mandi di setiap ruangannya. Dua kamar tidur utama, dan enam kamar tidur tamu.

Dapur dan ruang makan ada di lantai dua. Ruang TV dan ruang tamu ada di lantai satu. Rumah ini begitu megah, banyak pembantu,supir dan tukang kebun yang ramah. Tapi tetap saja, semuanya berasa sepi. Kakeknya sendiri jarang di rumah. Ia lebih suka menghabiskan waktu di rumah kecilnya dulu bersama almarhum nenek, di bilangan Keputih.

Ify menatap langit-langit kamarnya. Ia masih mengingat jelas saat ia memaksa dan memohon pada kakeknya agar identitas aslinya tidak di ketahui oleh teman-temannya yang lain. Ia tak suka berteman dengan orang yang menganggapnya sebagai anak pemilik yayasan yang bisa di manfaatkan. Akhirnya kakek Samuel mengalah dan membiarkan ify memutuskan sendiri bagaimana hidupnya di Surabaya.

Tok tok..

“masuk...” ify melepas sepatunya. Tiba-tiba sang Kakek muncul.

“ka..kek? tumben...”

“kakek Cuma mau kasih tau. Lusa, kosongkan jadwal kamu. Kakek akan bawa kamu ke suatu tempat. Ingat, jangan pakai jeans, jangan pakai sneakers butut kamu. Kakek udah siapin di lemari. Sampai ketemu dua hari lagi.”

Ify melongo. Sedikit tak terima sneakers kesayangannya di berinama dengan ‘sneakers butut’. Kakeknya memang menyebalkan! Dan itulah yang membuatnya malas tinggal di Surabaya.

Ify pun membuka lemarinya dan betapa terkejutnya ia melihat sebuah dress berwarna silver di lemarinya. Sangat indah. Lalu wedges berwarna senada di bawahnya. Ify mendengus. Pasti lusa akan ada sesuatu yang besar. Itu berarti... BENCANA...


=======____=======

Gimana part duanya? Nggak jelas? Hehhee maaf belum bisa tag, belum sempet ngetag.
Tapi udah lanjut.... gak ngaret kan... semoga aja nggak kaya KMA yang sampe bertahun2 ngaretnya... wkwkkw

Jangan lupa comment nya di tunggu...
Muchluv @achaDG

TRAP [1]

1. New School




Gadis itu menghela napasnya, berat. Agak menyesali keputusan kedua orangtuanya yang mendadak menyuruhnya untuk tinggal di Surabaya, di kediaman sang Kakek atas alasan kesibukan kedua orangtuanya yang luar biasa hebat hingga tak bisa tinggal berlama-lama di Indonesia. Namanya Alyssa Saufika Umari, anak seorang pengusaha restoran terkenal di Jakarta dan Amerika di bawah perusahaan Umari Corp yang juga menangani bidang funiture dan meubel.

Gadis yang akrab di sapa ify ini berumur tujuh belas tahun. Masih duduk di kelas XI SMA. Ia bukan gadis manja yang menikmati semua hartanya. Seringnya ia sendiri dirumah membuatnya hanya menghabiskan uangnya untuk membeli berbagai dvd dan novel agar ia merasa tak kesepian, bukan untuk shopping baju atau apapun yang memang belum pantas untuk gadis remaja seusianya.

“Kamu kok bengong aja? Ayo, kamu sudah boleh berkeliling sekolah baru kamu,” ujar Bu Winda, guru piket setelah mengurus keperluan Ify.

Ify lagi-lagi mendengus. Ia sekarang berada di sekolah milik kakeknya, SMA BRAVIE. Dimana seluruh arsitekturnya dirancang oleh Kakeknya sendiri, Samuel Umari. SMA yang megah, memiliki berbagai gedung, dan lapangan yang sangat luas.

Di depan, kita bisa menjumpai pagar khas yunani yang dibangun tinggi-tinggi, lalu parkiran dengan halaman luas yang mayoritas adalah mobil dengan berbagai macam merk. Lalu ada gang di tengah-tengah, terbagi atas tiga jalan setapak kecil. Jalan setapak sebelah kanan, mengarah ke gedung belajar. Mulai dari kelas X, XI, hingga XII. Jalan setapak kedua mengarah ke ruang guru dan ruang extra. Jalan setapak ketiga mengarah ke kantin, lapangan, juga aula putih.

Aula putih adalah sebuah aula super besar yang dilengkapi oleh penthouse. Tempat murid-murid BRAVIE mengadakan lomba, pesta, dan perayaan lainnya.

Ify menganga melihat sebuah air mancur di dekat kantin, “Gila. Ini, sih, bukan mau makan, tapi piknik!” ia geleng-geleng kepala melihat suasana kantin yang rindang dengan banyak pohon. Meja-meja terbuat dari kursi, beberapa lesehan di bawah pohon tersebut. Benar-benar sejuk.

Kaki ify kembali melangkah menuju ruang extra yang berseberangan dengan kantin. Ruang ekskul sangat besar, karena terdapat berbagai ekskul disini. Kolam renang ada di atap, benar-benar asyik.

“Hai, nama kamu alyssa, ya?” tanya seorang gadis berambut sebahu sambil terengah-engah.

Ify memandangnya sambil melongo, namun ia mengangguk.

“Namaku Sivia Azizah, cukup panggil sivia, aku adalah ketua osis disini. Maaf, aku baru sempet kesini nyamperin kamu, tadi ada ulangan sejarah di kelas.”

“No Problem, gue juga ga papa kalau misalnya disuruh keliling sendiri. Oiya, panggil gue ify, ya.”

“okay ify,  mau kemana kamu setelah ini?”

**__**

Ify melahap habis somaynya, rasanya benar-benar enak. Beda dengan di Jakarta.

“Kamu nggak makan berapa lama, neng?” Sivia tertawa melihat teman barunya ini yang sedang memasukkan somay demi somay dengan gelagat kesetanan.

Ify meringis. “Abhis dhishinhi enhaaggg bhanghed shomehhnyhah...” ujarnya tak jelas dengan mulut penuh somay.

Sivia makin tertawa melihat ekspresi lucu ify. “udah kamu makan dulu sampe puas, aku mau beli minum dulu. Kamu mau apa?”

“akhhu ess thehh ajhhaa.”

Sivia mengangguk dan beranjak darisana. Ketika ify masih sibuk dengan somaynya, datang dua orang cowok yang duduk tak jauh dari ify. Ify tak terlalu memperhatikan mereka karena ia merasa masih harus menghabiskan satu porsi somay yang baru saja datang (lagi) kepadanya.

Abis dirumah kakek makanannya western terus. Gue, kan, kurang suka.

“Ify ya?” sebuah suara bass yang entah sejak kapan sudah ada dihadapannya membuat ify tersedak somay yang sedang ia makan.

“Eh eh ify kamu kenapa? Ini. Minum dulu” sivia langsung menyodorkan es teh yang baru saja ia beli. Dengan kecepatan ekstra dan mata yang sudah berair, ify meneguk es teh itu dengan cepat dan menoleh marah kearah cowok yang mengagetinya tadi.

Matanya terbelalak ketika mendapati teman sepermainannya, Alvin Jonathan, ada dihadapannya. “ALVIN!!!” pekiknya senang..

Alvin nyengir tak jelas, sivia memandangi keduanya dengan bingung.

“kok lo disini? Gue yakin lo pasti sedang menjalankan ide gila ortu lo lagi.” ujar alvin sok tau.

as well you know, lah, Vin. Mereka, kan, emang gila.”

“Eh, iya. Yo, sini!” panggil alvin kepada temannya yang sedang berdiri di stand makanan jepang, memesan sesuatu.

Setelah pemuda itu selesai memesan, ia berjalan menghampiri alvin.

“kenalin, ini Mario. Yo, kenalin, ini sahabat gue dari kecil, Ify.”


Ify mengulurkan tangannya. “Ify...”

“Rio” balasnya tanpa menjabat tangan ify. Ia melengos dan duduk di meja sebelah ify.

Alvin hanya geleng-geleng kepala, “dia emang gitu, maapin yak, hehhee. Yaudah lo have fun disini, via jagain dia, ya, dia sahabat kesayangan gue nih,”

Tawa pecah di antara alvin dan ify. Sivia hanya mengangguk enggan,

**__**

Disinilah ify sekarang. Di kelas XI IPS 2. Duduk sendiri dengan sabar karena seluruh pandangan cowok mengarah padanya. Gadis cupu di sampingnya juga hanya diam, tidak banyak bicara ke dia. Setidaknya, ify bersyukur di beri teman sebanggu seperti dia.

“Heh jelek, minggir lo.” Hardik seorang gadis cantik berambut panjang.

Si-cewek-cupu itu pun beringsut dari bangkunya, keluar dari kelas dan entah menghilang kemana. Ify hanya memandangi orang-orang didepannya dengan tatapan kesal.

“Hai, gue Pricilla. Ini Febby, dan ini Zevana. Kita mau ajakin lo masuk tim cheers kami. Lo mau join? Secara, lo cantik. Lo juga tinggi. Postur-postur anak cheers. Kita lagi kekurangan anggota, soalnya.”

Ify tertawa. “apa lo bilang? Cheers?”

Pricilla menyipitkan matanya tak suka, :”ya, ada yang salah?”

“Konyol. Dan gue sama sekali nggak akan masuk kedalam tim yang hobinya nari pake baju minim nggak jelas gitu.”

Febby., pricilla dan zevana melongo. Cewek baru ini, nolak mereka?!?!?!

“Lo!!! Lo bakal nyesel udah nolak masuk ke dalam cheers! Salah satu extra paling bergengsi dan eksis di sekolah ini!!”

I wont regret it, miss. I swear. Ify tersenyum sinis.

Ketiga cewek itu beranjak dari sana dengan amarah yang meluap. Tiba-tiba si-cewek-cupu berjalan masuk ke kelas. Melihat pemandangan itu, Pricilla dengan kesalnya meluapkan amarahnya ke cewek cupu tersebut.

“awww!!!” teriak cewek cupu itu. Pricilla menjambak rambutnya yang di kuncir ekor kuda..

Ify melompat dari bangkunya dan menghampiri ketiga gadis yang sedang membully teman sebangkunya itu. “heh! Cukup! Katanya anak-anak bergengsi, eksis, tapi kelakuan lo semua kampungan tau ngga!!” ify menarik cewek cupu tersebut kearahnya.

“heh! Lo ga usah ikut campur! Lo ngga tau kan siapa pemilik yayasan ini!? GUE!! Jadi, lo ga usah macem-macem sama gue!”

Ify tertawa. “Oh jadi lo pemilik yayasan? Hebat banget!” Nona, lo adalah seorang pembohong besar karena di hadapan lo sekarang ini, gue, adalah seorang cucu pemilik yayasan yang sebenarnya. Batin ify

“Ya! Maka dari itu elo ga usah berani bentak gue!”

Ify tak mengacuhkannya. Ia membantu si cewek cupu berdiri dan berjalan kembali kearah bangkunya.

“heh kalo gue ngomong, dengerin!” maki Pricilla sebal.

“udah, udah. Kita balik aja” ujar Febby menenangkan.


“Lo ga papa?” tanya ify mendudukkan cewek tersebut.

“aku gapapa, kok”

“syukurlah, kalo ada yang gituin lo, lo jangan diem, lo harus ngelawan. Jangan mau kalah sama cewek-cewek sok kaya mereka,”

Cewek cupu itu terkekeh. “buat apa? Nguras tenaga aja,”

“tapi lo bakal diinjek-injek terus sama mereka.”

“mereka anak pemilik yayasan, dan aku tau diri. Aku bukan siapa-siapa disini. Modal pintar aja ga ngejamin seseorang bisa banyak temen disini.”

Ify menghela napas. “nama lo siapaa?”

“aku Ashilla...”

“Okee, shilla. Mulai sekarang, lo temen gue,”

Shilla –si-cewek-cupu- mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya.


***___****


hai saya comeback sama cerbung baru hehehe maap geje dan sebagainyaaa~ semoga sukaaaah :*
dont forget to like and comment :3

08 Juli 2013

Henry Lau - Trap

[Henry] Oh~Woah Oh~Woah Oou~Woah~Oh

[Henry] Umjigil su eobseo wae Naneun mugeowojyeo gagiman hae Ne mam guseoge nohyeojin chae Nohin chae Yeah Nege dako sipeunde Geujeo keomkeomhan i eodum soge Jakku garaanja gateun gose Geu gose Yeah

[Henry] Ne aneseo jeomjeom nan ichyeojyeo ga Neul meomulleo inneun i sarang ane Oh nan I’m Trapped I‘m Trapped

[Henry] Naneun jichyeoga Na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa Sege heundeureo nareul kkaewojugenni Kkaewojugenni I‘m Trapped I‘m Trapped Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na Ijen ne aneseo nareul nohajugenni Nohajugenni I‘m Trapped I‘m Trapped I‘m Trapped

[Henry] Oh~Woah I‘m Trapped Oh~Woah

[TaeMin] Neowa nan ireoke Dallajyeo ganeunde Neoui kkeuchi eomneun yoksime Geu yoksime [Henry] Neoraneun saejange Jageun saejang ane beoryeojin sae Naragal su jocha nan eomneunde Eomneunde Yeah

[Henry] Ne aneseo jeomjeom nan yakhaejyeo ga ([TaeMin] Oh~) Neul meomulleo inneun i sarang ane Oh nan [TaeMin] Oh nan) I‘m Trapped I‘m Trapped

[TaeMin & Henry] Naneun jichyeoga Na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa Sege heundeureo nareul kkaewojugenni Kkaewojugenni I’m Trapped I’m Trapped ([TaeMin] I‘m Trapped) Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na ([Henry] Oh~) Ijen ne aneseo nareul nohajugenni Nohajugenni I’m Trapped I’m Trapped [Henry] I‘m Trapped

[Henry] Oh~Woah I‘m Trapped Yeah~

[Kyuhyun] Neol itgo sipeo ([Henry] Neol itgo sipeo) Naragago sipeo ([Henry] Naragago sipeo) Neol naeryeonoko ([Henry] Neol naeryeonoko) Jayuropgo sipeo ([Henry] Jayuropgo sipeo~)

Naneun jichyeoga Na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa Sege heundeureo nareul kkaewojugenni Kkaewojugenni I’m Trapped ([Henry] Yeah~Yeah oh) I’m Trapped Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na ([Kyuhyun] Gieogi) Ijen ne aneseo nareul nohajugenni Nohajugenni I’m Trapped I’m Trapped

Naneun jichyeoga ([Henry] Oh~) Na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa Sege heundeureo nareul kkaewojugenni Kkaewojugenni I’m Trapped I’m Trapped Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na ([Henry] Nan nareul irheoga) Ijen ne aneseo nareul nohajugenni Nohajugenni I’m Trapped I’m Trapped [Henry] I‘m Trapped

23 Mei 2013

Pudar.

Assalamualaikum wr.wb...
Gue bawa lagi satu post an yang menurut gue penting tapi nggak tau apa kata orang.

Pudar diinsini bukan judul lagunya rossa ya. Tapi sebuah ungkapan perasaan gue.
Ini tentang sebuah dunia yang sudah gue kenal hampir enam tahun yang lalu,
Dunia idola cilik.

Gue ngerasa semuanya berubah, mulai dari komunitinya, sampe semua anak-anak idola cilik itu sendiri.
Bukan pacar-pacar mereka yang gue permasalahkan, tapi sifat mereka.
Gue jadi agak kecewa dengan beberapa anak idola cilik itu, dan stelah gue fikir-fikir gue lebih baik keluar dari komunitas-komunitas tersebut. Gue dukung mereka bertahun-tahun, kasih mereka hadiah tuap ulangtahun mereka, gue gk menuntut lebih kok, gue cuma pengen mereka bersikap baik aja sama fans-fans mereka ini. Dan dari salah satu anak ic yg pernah sangat gue idolakan itulah gue mulai berfikir. Apa semua anak ic kaya dia ya? Apa mata duitan juga? Apa cuma pura-pura baik didepan doang?

Lo boleh bilanh gue musiman krn setelah itu gue pindah komun,karena gue hanya ingin punya idola yang bener-bener menghargai apa arti fans. Asal lo tau,gue jadi fansnya 3tahun dan selama itupula gue ga berhenti mensupport dia. Eh, kenyataan setelah ketemu sama dia,semua berbanding terbalik. Dan gue kira itu karena sikap egois gue, ternyata banyak juga yg keluar komun krn anak ic itu sendiri. Contohnya seseorang tetua yang bener-bener ngfans anak ic itu banget, tibatiba keluar komunnya anak itu karena beberapa kali ketemu sama dia, ketauan juga 'belang'-nya. Hahaha kalo gue sih sekali ketemu juga pasti bakal tau dia orang yang kaya gimana.

Dan nyatanya setelah gue pindah komun krn usulan beberapa temen yg juga out dari komun gue sebelumnya, malah makin parah. Padahal gue belum ketemu sama dia, tapi sekali ngstalk....wah lama-lama nih anak juga sama kaya anak ic yg sebelumnya. Apalagi ditambah kata beberapa admin daerah yg bilang dia berubah sejak masuk SMA. oke gue yakin karena pergaulannya.

Setelah itu gue nggak mau ngfans ex ic yang cowok lagi. Cukup ify dan marsha untuk sekarang. Jujur sejak insiden itu gue jadi ,ales baca cerbung ic yang baru-baru. Apalagi yang couplenya..........ah sudahlah. Dan gue cuma baca cerbung kslo alurnya bagus, ga peduli apa couplenya.

Rasa sesal makin menggerogoti ketika gue muak liat fanwar antar komun couple. Dan faktanya, separuh followers gue adalah anak komun couple itu, juga komun anak ic yang pernah gue idolain itu. Gue enek-.- apa-apa di sambing-sambungin. Sudahlah, dunia nyata dan harapan kalian itu berbanding terbalik. Kaya kutub positif sama positif. Saling tolak menolak. Terima aja,jangan segala di tweet (?)

Mau gue unfoll, tapi banyak yang udah gue kenal. Maka dari itu gue bikin twitter baru.  Hahaha mau sembunyi dari mereka sementara.

Lgian, gue gapernah tau ify atau marsha bilang kalo haters mereka adalah org gila/bodoh. Dan ntahlah ada salah satu anak komun anak ic ex idola gue yng secara gak langsung dibilang gila sama idola mereka dan mereka ga mempermasalahkan itu karema mereka cukup seneng dm mereka dibales. Hahahaha kalian itu dibutakan sama dia ya, makanya kalau ngfans jangan fanatik. Suatu saat sakit,loh,dikecewain sama idola sendiri. Lebih skt drpd dikecewakan sama pacar
Perasaan gue udah bener-bener purdar sama mereka

yaudahlah aegitu dulu, tab gue eror grgr ngebahas anak anak itu hahahaha
sekian dari gue...
kompor gas....!!!!

wassalamualaikum wr.wb

23 Maret 2013

Biography Alyssa Saufika Umari


Alyssa Saufika Umari atau biasa disebut Ify (lahir di BandungIndonesia6 Desember 1996; umur 16 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia. Ify dikenal khalayak setelah mengikuti acara pencarian bakat Idola Cilik Musim Pertama. Terpilihnya Ify sebagai leader dalam Blink, dikarenakan kemampuan bermusik, jiwa kepemimpinan dan sifat perfeksionis yang dimilikinya.

Masa Kecil
Ify dilahirkan dikeluarga yang memang berlatar belakang seni. Kecintaannya terhadap dunia seni dan hiburan, turut dipengaruhi oleh keluarganya yang memang berdarah seni, Buyut Ify dapat memainkan banyak alat musik yakni Farida Pasha adalah seorang aktris, dulu pernah berperan menjadi Mak Lampir. Ibunda Ify Gina Sonia seorang presenter berita di TVRI. sedangkan Ayah Ify, Tubagus Hanafi adalah Direktur Program MM Eksekutif Binus Business School. Ify adalah anak kedua dari tiga bersaudara, yaikni 1 kakak laki-laki yaitu Eizel Mauldy Muhammad dan 1 adik yaitu Khalif Ali Husain, Awalnya, Ify mulai belajar piano sudah dari usia Taman kanak-kanak. Kemudian menyanyi di Sekolah Musik Farabi (milik Dwiki Dharmawan) dan Elfa's Music School. Sekarang dia menyukai keduanya dan sering tampil bernyanyi sambil bermain piano. Ify pernah terlibat di Java Jazz Festival 2007 bersama Sadao Watanabe, kemudian terlibat dalam pembuatan album film layar lebar berjudul Melodi, dan juga terlibat dalam pembuatan Album kemanusiaan "Suara Sahabat" dari PMI yang juga melibatkan banyak musisi Indonesia seperti Dwiki Dharmawan, Tompi, Opie Andaresta, Fariz RM, dll.

Sebelum Blink
Ify dahulu adalah finalis dari acara pencarian bakat Idola Cilik Musim Pertama (2008) yang ditayangkan oleh RCTI. Namun sayangnya, ia hanya dapat bertahan sampai 12 besar. Pada Java Jazz 2011 Ify menjadi penyanyi jazz termuda (14 tahun) yang membawakan genre musik jazz etnik (World Music) dengan menyanyikan Lamalera (karya Dwiki Dharmawan). Melalui pencapaiannya Ify semakin dikenal banyak orang sampai sebuah grup musik luar negeri, Incognito, yang sempat melihat video Ify di Youtube pernah berkata bila dia ke Indonesia ingin mengajak Ify berduet bersama. Ify juga pernah terpilih menjadi motivator cilik bersama Gabriel Stevent DamanikCakka NuragaBrandon De Angelo dll. Ify sudah 4 kali tampil mengisi acara di even-even penting yang tamunya merupakan Presiden Republik Indonesia dan pejabat-pejabat penting lainnya. Salah satunya pada saat ulang tahun Ibu Negara pada 6 Juli 2010. Sebelum bergabung dengan Blink, Ify bergabung dengan grup musik yang dibentuk oleh Idola Cilik yaitu Super Idola grup musik bersama Cakka Nuraga dan lain-lain, mengisi posisi sebagai pemain keyboard, Di usianya yang masih belia (14 tahun) Ify telah menciptakan lagu untuk Blink, salah satunya berjudul Andaikan. Kemudian dalam Blink, Ify menjadi pemimpin grup bersama Sivia Azizah.


Blink
Pada bulan Juni tahun 2011. Ify bersama 4 teman lainnya bergabung dalam Blink. Sebuah Girlband remaja yang mulai naik daun. Kedekatan dengan Dwiki Dharmawan dan Elfa Secioria serta musikalitas yang dimiliki membuat dia mendapatkan nilai lebih dalam Blink. Ia memberikan sentuhan musik klasik dan jazz dalam berbagai cara, contoh paling terasa lagu Andaikan, merupakan salah satu idenya. Ify mulai berfungsi sebagai guru musik yang informal bagi Blink. Hal ini juga sejalan dengan eksperimen menurut keinginan mereka, dengan kata lain meningkatkan perkembangan kreativitas mereka. Selain itu Ify yang sudah biasa dengan nuansa orkestra sering menyajikan nuansa tersebut dalam aransemen musik Blink ketika memainkan piano dan gitar.

-&&-



Ify adalah idola pertama saya. Musisi yang pertama kali membuat saya tertarik dengan dunia musik. Dialah yang membuat saya suka bernyanyi dan bermain gitar. Dia lah alasan saya belajar bermain piano. Dia lah motivator terbesar saya.

Sebelum melihat Ify, saya tidak pernah tertarik menonton tv. Saya masih ingat betul, saat itu saya masih kelas  5 SD. Tidak sengaja melihat saat dia perform di acara bakat Idola Cilik. Saya dibuat kagum olehnya. Dan sejak saat itu, saya tidak pernah kelewatan untuk menonton acara tersebut.

Sampai pada akhirnya Ify tereliminasi. Saya sampai menangis. Lebay? Ya, memang. Tapi perasaan tak rela kala itu menyergap dan membuat air mata saya berjatuhan. Dalam hati saya bertanya, mengapa harus dia? dia yang talentanya tidak perlu diragukan lagi? Kenapa bukan Shilla?
Entahlah saat itu saya berfikiran seperti itu hehehe.

Sejak saat itu saya sudah jarang menonton acara tersebut. Walaupun saya juga suka pada Gabriel, tapi rasa suka saya pada Gabriel tidak seperti rasa suka saya pada Ify. Sampai akhirnya tahun 2009, saya membuat account twitter. Saya yang masih gaptek pun akhirnya tidak pernah membuka twitter sampai pada awal 2010 saya menemukan account twitter Ify. @ifyalyssa 

Nah, saya adalah followersnya yang sepertinya ke 4000 saat itu. Saya sendiri juga lupa, karena sudah tiga tahun yang lalu. Dia adalah following ketiga saya setelah bang Raditya Dika dan Dochi Sadega PWG. Senang sekali bisa menemukan twitter gadis berdagu tirus itu :)))

Saya adalah seorang penulis cerbung. Ya, saya penulis. Dan hampir semua cerbung saya pemainnya adalah Ify. Siapa sangka, selain menjadi gadis multitalent, dia juga sebagai inspirasi saya dalam menulis?

Saya pernah menulis dengan nama lain, yang ada malah tulisan saya jelek dan nggak ngefeel.

Alhamdulillah, berkat sinetron Putih Abu-Abu, saya bisa sering melihat wajah idola saya. Walau saya harus bilang.......Ify tidak cocok untuk terjun di dunia akting. Dia terlihat berusaha keras menjadi orang lain. Nggak seperti di dunia musik. Karena itu dunianya, Ify bener-bener jadi dirinya sendiri ketika berurusan dengan musik. Dan....saya suka itu! {}

Walaupun kangen dengan wajah Ify karena sinetron itu sudah tamat, setidaknya saya masih bisa menikmati wajahnya dari selca dan video yang ada di internet :)

Belakangan ini, usaha saya untuk mendapatkan respon dari Ify mulai terlihat. Dia membalas beberapa mention saya dan itu membuat saya sangat sangat dan sangat senang. Hampir menangis rasanya, hehehe :")

Now, seorang gadis kecil yang berdiri di atas panggung Idola Cilik sudah menjadi seorang gadis remaja berumur enam belas tahun yang cantik dan ramah. Betapa bangganya saya, mengikuti jejak Ify saat dia masih berumur sebelas tahun hingga sekarang. 

Saya adalah salah satu dari ribuan IFC yang ada di dunia. Walaupun belum pernah bertatap muka langsung dengan Ify, saya sangat bangga punya idola seperti dia. 

Saya yakin, suatu saat nanti, saya pasti bisa bertemu dengannya. Itu adalah harapan terbesar saya. I love you Ify, Alyssa Saufika Umari :)


IFY CLUB.. We're Still Together... :)







(sumber : wordpress.com ; blogger.com / wikipedia)

:")

huehehehhe terharu sayaa :") ketika melihat fav ternyata udah banyak!
ternyataaa baru sadar, banyak banget mention saya yang sudah di rep sama artis kwkwkw-_-v
bahkan beberapa sudah di follback. tapi kok ya nggak bersyukur ckckckc
ah wes emboh pokoke laff laff kalian <3